Selamat datang di blog paling tidak jelas sedunia.. nikmati selagi anda bisa, dan tinggalkan selagi tidak lagi menyenangkan... hehehehe.. di sebelah kiri adalah beberapa hasil jepretan yang murni dari kamera sendiri. Mudah-mudahan anda terhibur...

Jumat, 20 Februari 2009

Fenomena Tanaman Hias

Fenomena menarik terjadi pada usaha perdagangan tanaman hias. Satu tanaman dalam sebuah pot bisa laku terjual dengan harga puluhan juta hingga miliaran rupiah. Angka yang fantastis dan bagi sebagian orang sangat di luar logika.

Kalau kita lihat 10 hingga 20 tahun ke belakang, kondisi perdagangan tanaman sangat berbeda dengan apa yang terjadi pada masa sekarang. Meskipun beberapa komoditi dagang yang berharga fantastis tersebut mungkin telah dijual pada masa lalu dengan harga yang biasa-biasa saja.

Jikalau hendak kita gali, sebenarnya hal ini lumrah terjadi dan kalau kita membuka mata lebar-lebar, banyak sekali peristiwa seperti ini terjadi pada komoditi lain dan hingga sekarang masih terjadi. Misalnya komoditi perangko tua, hewan peliharaan dengan kualitas ras, kartu bergambar atlet terkenal, dan lain-lain. Komoditi tersebut sudah terlebih dahulu mengalami masa kejayaan dan beberapa hingga kini untuk kalangan tertentu, komoditi tersebut masih memiliki nilai kejayaannya tersendiri.

Pertanyaan yang umum adalah mengapa fenomena seperti ini bisa terjadi? Satu hal yang sama terjadi pada komoditi tanaman hias dengan komoditi lain yang tersebut di atas yakni pada kelangkaan komoditi tersebut di pasar. Disinilah hukum supply dan demand berlaku. Ketika permintaan melonjak, tidak ada komoditi yang beredar di pasar maka naiklah harga tersebut di pasaran. Ketika masuk para kaum kolektor dan sebuah kumpulan pemain tanaman hias yang berani mematok harga tinggi karena melihat “nilai” yang ada pada komoditi tersebut dan dengan bumbu dari media massa, maka terjadilah fenomena tersebut.

Perbedaannya dengan komoditi lain sekarang adalah, tanaman hias bisa diperbanyak dan menghasilkan pemasukan yang lebih berlipat dibandingkan dengan komoditi lain. Tanaman anthurium jenis kobra misalnya, ketika berjaya satu indukannya dapat berharga 100 juta hingga 1 miliar rupiah, ketika berbunga bisa menghasilkan benih antara 200-1000 (bahkan lebih) dalam satu tanaman. Dan ketika anakan tersebut dijual, siempunya bisa mematok harga 1 juta hingga 3 juta rupiah untuk anakan yang berumur 1 hingga 3 bulan. Bayangkan berapa rupiah uang masuk yang didapat.

Beberapa poin yang menyebabkan tanaman bisa berharga sedemikian mahal adalah:
1. tingkat kesulitan mengembakbiakkan tanaman tersebut
2. munculnya hibrida baru
3. biaya penelitian yang mahal
4. biaya pemeliharaan yang mahal
5. kualitas yang baik (komoditi yang sama belum tentu berharga sama)
6. permainan supply dan demand di pasaran
7. promosi besar dan gencar terhadap komoditi tersebut
8. tidak ada standarisasi harga

Banyak orang dari berbagai kalangan tertarik terjun menekuni komoditi tanaman hias dan membuat komoditi ini menjadi bisnis yang menjanjikan dan menggiurkan. Orang dengan modal seadanya hingga bermodalkan miliaran rupiah bercampur baur untuk meramaikan pasar. Kisah sukses orang-rang yang terlibat dalam bisnis cukup banyak kita dengar dan baca di berbagai media. Kisah gagal pun tidak kalah banyak terjadi di antaranya, tetapi kisah ini tidak banyak muncul di media karena bukanlah sebuah “komoditi” yang menarik untuk dijual.

Kalau anda bisa melihat sekitar anda dengan seksama, delapan poin di atas bukanlah sesuatu yang mahal. Karena banyak sekali hal yang bisa dibuat untuk mematahkannya. Berbagai jenis buku dan hasil penelitian ilmiah sudah diterbitkan dalam mendukung tehnik budidaya bermacam tanaman. Pelatihan dan bahan baku sudah banyak disediakan oleh bermacam institusi yang siap mendukung budidaya. Alam Indonesia yang sedemikian subur ini pun menyediakan berbagai hal untuk digali. Yang perlu anda lakukan pertama adalah bertanya.

Sebuah fenomena, tidaklah menjadi sebuah fenomena jikalau tidak ada rahasia di dalamnya. Jikalau anda melihat tanaman hias bisa terjual dengan harga yang sedemikian tinggi, jangan iri. Sedikit rahasia untuk anda, setiap pemain tanaman hias, punya ‘lingkaran’ masing-masing. Harga tinggi yang dipatok, biasanya hanya terjadi dalam lingkaran tersebut, terkadang ada beberapa orang yang ingin mencoba bermain dan bergabung di dalam group mereka tanpa berpikir, maka dialah yang menjadi “kambing hitam”.

Saran saya, buat group anda sendiri terlebih dahulu. Canangkan tanaman apa yang yang hendak anda pegang. Kumpulkan tanaman tersebut dari semua sumber yang ada kemudian budidayakan terlebih dahulu, sehingga hanya group anda yang memilikinya dalam jumlah yang cukup di pasar. Dengan bumbu promosi dan iklan di berbagai media, lepaskan tanaman anda. Maka kemungkinan besar tanaman anda bisa terkenal dan berharga luar biasa.

Pertanyaan terakhir... bagaimana anda menilai fenomena mahalnya tanaman hias? Kualitasnya yang sedemikian indah atau permainan marketing sedemikian hebat.....? Anda menjawab dan saya menunggu di pasar bebas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan untuk berkomentar.. Saya berharap input positif yang membangun yang anda ketikkan. :)